Dear Polrestabes Semarang Jangan Diam Bungkam, Justice For Thoif, Rahang Patah Tulang Belakang Hancur

Laporan Harian Semarang
Sabtu, 05 April 2025, 20:07:48 WIB
Dear Polrestabes Semarang Jangan Diam Bungkam, Justice For Thoif, Rahang Patah Tulang Belakang Hancur
Kondisi Thoif korban kecelakaan



Hariansemarang.id – Tagar #JusticeforThoif viral di platform TikTok beberapa hari ini. Tagar ini menyuarakan keadilan untuk Thoif, korban kecelakaan pada Jumat dini hari 28 Maret 2025, dua hari jelang Idul Fitri.

Dalam insiden kecelakaan di Jalan Arteri Soekarno Hatta, Thoif diduga ditabrak pebalap liar dengan inisial R. Thoif mengalami luka berat, sedangkan R meninggal dunia.

Thoif dilarikan ke Rumah Sakit Dr Kariadi, dan setelah sepekan berlalu sudah menjalani dua kali operasi besar.
Setelah 7 hari meninggalnya R, perwakilan keluarga Thoif kini menuntut keadilan kepada keluarga R. Kenapa masalahnya?

Berikut ini fakta fakta narasi Justice for Thoif, silakan simak selengkapnya ya Sobat Harian Semarang.

Kronologi kecelakaan, pemobil kabur

Keluarga Thoif mengunggah kronologi kecelakaan yang membuat Thoif mengalami luka berat.

Kakak ipar Thoif, Ihda membagikan kronologi keceakaan tersebut dalam postingan di akun Instagram.

Pada Jumat dinihari 28 Maret 2025, Thoif meluncur pulang ke rumah daerah Bangetayu selepas berkegiatan di Masjid Agung Jawa Tengah.

Thoif memilih rute melewatu Jalan Tambak Boyo dan menyeberang ke arah Tlogosari. Nah di jalan arteri Soekarno Hatta ini, Thoif diduga ditabrak pebalap liar yang belakangan berinisial R. Bukan hanya ditabrak R, menurut saksi di TKP, Thoif juga ditabrak mobil. Posisi Thoif pada saat kecelakaan ada di bagian depan bumper mobil.

“Pebalap liar tersebut meninggal dunia dan pengendara mobil masih kabur sampai sekarang,” tulis si kakak ipar di akun @ihdamardlianaa, dikutip Sabtu (5/4/2025).

Thoif sesaat setelah mengalami kecelakaan

Thoif sesaat setelah mengalami kecelakaan

Rahang Thoif patah, tulang belakang hancur

Ihda mengabarkan pada kecelakaan, kondisi Thoif sangat parah. Sekitar kepala dan punggung mengalami luka.

“Giginya copot semua, rahangnya patah, tulang belakangnya hancur,” tulis Ihda.

Ditinggalkan begitu saja

Usai kecelakaan terjadi, Thoif dibiarkan saja oleh para penonton balap liar. Menurut informasi beberapa saksi, para penonton balap liar lebih focus ke R.

Ihda mendapatkan informasi, teman teman terduga penabrak Thoif membiarkan tubuh mahasiswa Teknik Elektro Unnes tersebut.

“Teman teman penabrak meninggalkan dia sendirian,” tulis Ihda.

Kakak Thoif, Syaikhu Luthfi membenarkan kondisi Thoif yang ditinggal sendirian, tidak diurus oleh para penonton balap liat dini hari itu.

“(Thoif) ditinggalkan begitu saja, tergeletak di jalanan tanpa pertolongan yang akhirnya dievaluasi warga sekitar. Tidak ada satupun penonton balap liar yang peduli,” tulis Syaikhu dalam Story Instagramnya.

Thoif malah difitnah

Saat Thoif menjadi korban kecelakaan, dan mengalami luka berat dan kini sudah menjalani dua kali operasi besar, di dunia maya Thoif malah disudutkan dalam insiden kecelakaan tersebut.

Keluarga Thoif resah bahkan sampai tulisan ini dibuat, narasi yang memfitnah Thoif biang dari kecelakaan ini.

“Sampai saat ini banyak yang upload konten di TikTok yang merasa kehilangan almarhum penabrak, tapi kronologi kalau dia menabrak Thoif seolah2 ditutupi. Malahan Thoif yang banyak dihujat, menyalahkan dan memfitnah kalau dia kecelakaan gara gara nyebrang asal nyebrang padahal Thoif ini ditabrak,” tulis Ihda.

Sudah lapor polisi

Keluarga Thoif setelah mendapatan kabar kecelakaan itu auto mengurusi Thoif di rumah sakit. Seiring itu, keluarga Thoif melaporkan kecelakaan maut ini ke kepolisian pada hari kecelakaan. Laporan tersebut bernomor LP 410.

Sepekan berlalu, keluarga Thoif mengaku tidak ada perkembangan dari laporan tersebut.

“Hingga kini belum ada titik terang siapa pengendara mobil yang kabur, di mana CCTV nya, jadi kami terus mencari keadilan untuk adik kami,” tulis Ihda.

Kondisi Thoif dalam perawatan di RS Kariadi

Kondisi Thoif dalam perawatan di RS Kariadi

Diam 7 hari

Keluarga Thoif menyesalkan kenapa sampai hari ketujuh meninggalnya R yang diduga menabrak Thoif, perwakilan keluarga R tidak menunjukkan iktikad baik menyelesaikan masalah kecelakaan ini.

Keluarga Thoif baru spill dan speak setelah 7 hari meninggalnya R yang diduga menabrak Thoif. Diam dalam 7 hari itu untuk menghormati keluarga almarhum yang sedang berduka.

“Tapi sampai sekarang (5/4/2025) belum ada iktikad baik atau tanggung jawab keluarga almarhum dan pengendara mobil kepada kami,” tulis Ihda.

Dear polisi jangan diam

Selain menuntun tanggung jawab dan iktikad baik dari keluarga almarhum, Syaikhu kakak Thoif meminta kepada media untuk jangan skip kasus ini dan kepada polisi untuk segera mengusut kasus kecelakaan ini.

“Kami berharap media Semarang juga tidak diam mengenai kasus yang masih belum menemukan kejelasan ini. Lebih dari itu kami menuntut sikap dan kejelasan dari pihak kepolisian yang selama satu minggu ini masih bungkam. Diam bukan pilihan! Diam adalah bentuk kejahatan baru! Untuk Thoif untuk keadilan dan untuk semua korban balap liar yang tak pernah mendapatkan pembelaan,” tulis Syaikhu. (*)