Jalan Utama Tidak Bisa Diakses Kondisi Warga Negeri Sawai Memprihatinkan

Laporan Harian Semarang
Rabu, 09 April 2025, 19:37:33 WIB
Jalan Utama Tidak Bisa Diakses Kondisi Warga Negeri Sawai Memprihatinkan


Pasca terjadinya konflik warga Negeri Sawai, Masihulan dan Rumaolat, situasi ekonomi yang ada sangat mengkhawatirkan, terlebih menyangkut transpotasi baik dari Sawai maupun olong untuk melalui jalan utama menuju jalan lintas seram ke berbagai tempat.

Konflik yang terjadi pada tanggal 3 april 2025 sampai dengan tanggal 8 April 2025 situasinya memang sudah dapat di amankan dan dikendalikan oleh pihak keamanan POLRI dan TNI yang di turunkan ke lokasi konflik, disertai peran pemerintah derah dengan kehadiran Bapak Gubernur Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda, Bupati dan Ketua DPRD Maluku Tengah untuk penanganan penyelesaian konflik yang terjadi antara Warga Sawai, Masihulan dan Rumaolat.

“Kami tentu mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap upaya penanganan konflik yang terjadi, tetapi disisi yang lain mestinya situasi pasca konflik ini di sikapi secara arif dan bijak terhadap warga yang bertikai” Risman Rumasoreng selaku Wakil Ketua Aliansi masyarakat adat negeri sawai

Keberadaan TNI dan POLRI dirasa warga Sawai dan Olong sangat tidak memiliki arti ketika jalan utama melalui Rumaolat dan Desa Masihulan tidak dapat diakses atau dilalui, hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian warga yang memiliki usaha serta  ketersediaan bahan pokok makanan dan kebutuhan sehari hari lainnya.

“Seharusnya APH dan dan pemerintah Tidak hanya fokus pada keamanan dan pemulihan serta penegakan hukum, melaikan jalan utama yang menjadi akses bagi Warga Sawai dan Olong melalui jalan utama mestinya dapat diamankan dan disterilkan oleh pihak keamanan demi kelancaran aktifitas lalu lintas kendaraan”. pungkasnya.