Puisi Tuhan, Hantu dan Hutan

Laporan Harian Semarang
Rabu, 11 November 2015, 08:15:00 WIB



Oleh M Yudhie Haryono

Taukah kalian bahaw makin tua aku makin tak paham
Kalian kirim negeri ini pemimpin tak beride tak berilmu
Kalian restui anggota-anggota partai dan DPR kami yang malas dan tak berprestasi
Kalian tetapkan para penegak hukum yang curang dan memeras
Kini, kepiluan dan kesunyianku makin menjadi-jadi

Kalian kirim teman sehati yang dimatikan saat niatku hidup menguat kembali
Mengingat kalian adalah merasakan tangan-tangan kuat yang jahat Merasakan kehadiran kalian yang buta tuli dan bisu
Kalian yang tega meletakkan cinta lalu mati sebelum mati

Ya, kematian jiwaku yang akan selalu menyimpannya dalam sebuah tempat yang menurutku tidak akan seorangpun tahu, yaitu kotak yang aku namakan dengan kenangan dan harapan

Hasrat memuliakan bernama kesepian
Tempat yang sangat tenang, tetapi sangat tidak menyenangkan nalarku
Kubiarkan aku di sini berteman sepi, di saat duka-lara, di saat luka, di saat jiwa sudah tak mungkin lagi saling bercinta berpelukan

Kini, aku mendekapnya dengan doaku, di kala ia sangat jauh dariku, di kala ia sudah mati, di kala jari-jemariku tak mampu lagi untuk menggapai wajahnya
Karena takdir Tuhan Hantu dan Hutan yang kejamnya tak sampai nalarku menerima

Ia yang selalu kujilati saat dunia mencemooh pikiran dan gagasan-gagasan besar dari otakku
Siapakah nanti yang sudi menjilatiku saat aku mati buat ketemu Tuhan Hutan dan Hantu?


Berita terkait

Agama dan Iman dalam Canda Dan Brown
Agama dan Iman dalam Canda Dan...
8 Mei 2025, 15:16:00
Surat untuk Dirinya
Surat untuk Dirinya
30 Oktober 2024, 05:56:42
Rintihan Para Syuhada
Rintihan Para Syuhada
15 Oktober 2024, 23:06:24
Shooting Star
Shooting Star
15 Oktober 2024, 07:59:21
Dia yang di Sana
Dia yang di Sana
13 Oktober 2024, 19:52:58
Gemuruh Jerat Belenggu
Gemuruh Jerat Belenggu
11 Oktober 2024, 09:24:36