Kenapa si Bapak Hilang dari Khong Guan, Oalah Ini Sebabnya

Laporan Harian Semarang
Sabtu, 18 Januari 2025, 17:06:38 WIB
Kenapa si Bapak Hilang dari Khong Guan, Oalah Ini Sebabnya
Gambar ibu dan anak dalam kaleng Khong Guan. Foto Instagram @jay.stoneboy



Hariansemarang.id – Kalian siapa nggak kenal dengan foto di atas, roti kaleng Khong Guan jelas-jelas popular banget kan.

Seumur hidup, pasti kalian wis pernah menikmati biskuit kaleng Khong Guan itu. Biasane maraknya kaleng Khong Guan itu pertanda bulan puasa akan segera tiba. Ya nggak ya.

Setelah lebaran pun, Khong Guan masih terus jaya dan terus populer. Kaleng biskuit itu dipakai masyarakat sebagai wadah cemilan di rumah. Makanya nggak heran kan, ada guyonan jelang lebaran, kaleng Khong Guan wadahnya, tapi isinya rengginang. Tul kan.

Nah popularitas kaleng Khong Guan belakangan menjadi debat. Soal keberadaan sosok bapak yang tidak ada pada ilustrasi gambar kaleng.

Salah satu aspek paling dikenal dari biskuit Khong Guan adalah ilustrasi keluarga (ibu beserta dua orang anaknya di meja makan) yang sedang makan biskuit di sisi kaleng, baik yang bulat maupun kotak, suatu yang dipertahankan sejak awal kemunculannya.

Pencipta gambar Khong Guan jelaskan kenapa tidak ada bapak

Tahu nggak kalian, asal usul ilustrasi ibu dan anak-anak makan biskuit itu. Memang ilustrasi gambar itu diciptakan oleh seniman Indonesia, tapi nih inspirasinya dari buku cerita terbitan mancanegara.

Jadi gambar ilustrasi ibu dan anak-anak makan roti itu merupakan karya lukisan dari Bernardus Prasodjo yang diadaptasi dari buku cerita anak “Telling the Time” terbitan Ladybird di Inggris tahun 1962.

Bernardus Prasodjo, pencipta gambar kaleng Khong Guan. Instagram @bernardusprasodjo

Bernardus Prasodjo, pencipta gambar kaleng Khong Guan. Instagram @bernardusprasodjo

Prasodjo mengubahnya dan melukis ulang dengan beberapa modifikasi di era 1970-an. Adapun gambar ibu dipilih mengingat pembeli kebanyakan didominasi perempuan. Terus kenapa sosok bapak tidak ada.

Memang dalam buku cerita anak Telling the Time itu tidak ada karakter gambar bapak pada saat menceritakan aktivitas pada jam 4 sore. Atas dasar itu maka Prasodjo nggak menghadirkan sosok bapak dalam gambar di kaleng Khong Guan.

Adaptasi dari Telling the Time

Sesuai dengan aktivitas pada jam 4 sore, pada gambar di buku tersebut hanya ada ibu dan dua anak yang duduk di meja sambal menikmati kudapan. Pada versi gambar di buku Telling the Time, makanan yang dimakan oleh kedua anak dan ibu adalah roti sesuai dengan kultur Eropa.

Gambar asli ibu dan anak anak di Telling the Time. Foto Instagram

Gambar asli ibu dan anak anak di Telling the Time. Foto Instagram

Nah pada lukisan Prasodjo, dia mengubah roti roti yang dimakan oleh ibu dan anak-anak itu dengan roti ala Khong Guan. Jadi ini sekaligus untuk mengenalkan roti Khong Guan. Lihat saja, dalam gambar Khong Guan, roti roti di meja berbentuk roti kering persegi Panjang, khas Khong Guan, ya kan. Bandingkan coba.

Nasib si bapak piye

Nah terus di mana si bapak? Ini menjadi misteri kenapa bapaknya nggak ikut. Ternyata dalam buku Telling the Time tersebut, bapak dari anak-anak dalam gambar itu ternyata sedang bekerja. Dalam buku terbitan Inggris itu, si bapak diceritakan pulang ke rumah dari kerja pada pukul 6 sore lho.

Gambar asli ibu dan anak anak di Telling the Time. Foto Instagram

Gambar asli ibu dan anak anak di Telling the Time. Foto Instagram

Keberadaan bapak juga tergambar dalam buku tersebut, saat pagi hari memulai aktivitas. Pada buku itu, bapak ibu dan anak-anak kumpul bareng memutari meja untuk sarapan pada pukul 8 pagi.

Dadi ngono ya misteri si bapak Khong Guan terungkap sudah, dan kenapa si bapak nggak dilukis atau Digambar dalam gambar kaleng Khong Guan.