Soal Ujian Nasional 2016 Dikupas Guru Wonosobo

Laporan Harian Semarang
Selasa, 17 November 2015, 06:29:00 WIB



Samsul MaarifKadisdikbudpora Kabupaten Wonosobo

Wonosobo, Harian Jateng – Ujian Nasional (UN) 2016 yang kian dekat dan sudah di depan mata, berbagai elemen dan berbagai cara dilakukan untuk mempersiapkan hal penting tersebut. Hal itu sangat penting, karena selain mengikuti pola dan sistem soal UN 2016 yang baru, juga bertujuan mengenalkan siswa dan siswi dengan kondisi dan tipe soal yang akan diujikan ke depan.

Tidak hanya oleh siswa-siswi di Kabupaten Wonosobo, namun juga seluruh elemen pendidikan. Hal itu bertujuan agar i mencapai angka kelulusan 100 persen dengan nilai yang memuaskan dan menggembirakan.

Di dalamnya, termasuk usaha guru-guru yang tergabung dalam Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Wonosobo yang menggelar workshop Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) UN SMP  di SMPN 2 Wonosobo, kemarin di Wonosobo.

Saat kesempatan tersebut, para Pengurus MKKS bersama sama dengan para peserta membedah SKL beserta indikatornya. Mereka mencoba melakukan analisa SKL dan sejumlah soal – soal pengayaan dan didampingi pemateri dari LPMP Jakarta.

Di sisi lain, peserta juga diajak sharing terkait trik-trik menjawab soal dengan metode yang cepat, mudah dan tentunya tepat. Hal tersebut dilakukan karena dalam mengerjakan soal-soal UN, siswa tidak hanya berorientasi pada ketepatan semata, namun juga ketepatan waktu yang telah ditentukan dengan waktu dalam pengerjaan juga harus tercapai.

Dengan demikian, guru diharapkan lebih mantap mempersiapkan siswanya dalam memecahkan soal-soal UN.

“Hasilnya untuk membekali guru-guru mapel  un dan  mengetahui prediksi soal UN tahun 2016. Serta berusaha untuk meningkatkan nilai rata-rata hasil UN,” terang  panitia bedah SKL MKKS SMP, H. Slamet Riyadi di sela-sela workshop bedah SKL, di Wonosobo.

Dikatakannya, guru harus lebih teliti dalam membaca dan menganalisa setiap butiran soal, terutama soal-soal dari esai/wacana/teks yang panjang.

Di sisi lain, keterangan waktu juga harus diteliti. Terkadang tidak tertera dengan keterangan yang tertulis lugas, tapi bisa dikenali dengan struktur kalimatnya.

“Bekal yang diberikan kepada guru berupa materi yang sesuai dengan standar kelulusan (SKL) dan kisi-kisi UN yang akan dikembangkan melalui kegiatan MGMP dan try out,” tukas Slamet.

Tak hanya demikian, waspada dalam menjawab soal-soal yang banyak membuat para siswa ragu-ragu menjawabnya. Hal itu tenty bisa disiasati dengan banyaknya berlatih agar dapat mengenali karakter soal, dari setiap soal dan kata-kata kunci tentunya harus lebih banyak dikenali dan dicermati.

Dalam worskshop bedah SKL dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo Samsul Maarif dan diisi oleh pemateri dari LPMP Jakarta. (Red-HJ05/Foto: Harian Jateng).