Yatim Piatu Sesungguhnya

Yudhie Haryono
Laporan Yudhie Haryono
Selasa, 08 Maret 2022, 08:41:25 WIB
Yatim Piatu Sesungguhnya
Ilustrasi Yatim piatu. Foto Pixabay/ksuku



Aikh. Sambil menunggu hujan gerimis yang membuat dompet meringis, aku kirim penyelia rasa kangen pada anak-anak yang disandra penyamun pribumi: para mukmin yang munafik, muslim yang kafir.

Aksara dan Bintangku yang kusayang. Anak Banyumas dan Betawi. Putra-putri gunung Slamet yang akan menyelamatkan republik dari amok neokolonialis.

Taukah kalian berdua makna yatim piatu? Ini soal biasa tapi bermakna. Secara bahasa “yatim” berasal dari bahasa arab yang berarti sedih karena sendiri. Sedang menurut istilah, yang dimaksud dengan anak yatim adalah mereka yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dewasa.

Sedangkan kata piatu bukan berasal dari bahasa arab, kata ini dalam bahasa Indonesia dinisbatkan kepada anak yang ditinggal mati oleh Ibunya, dan anak yatim-piatu: anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.

Dalam kehidupan Islam, mereka semua mendapat perhatian khusus melebihi anak-anak yang wajar karena masih memiliki kedua orang tua. Islam memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa memperhatikan nasib mereka, berbuat baik kepada mereka, mengurus dan mengasuh mereka sampai dewasa.

Secara psikologis, orang dewasa sekalipun, apabila ditinggal ayah atau ibu kandungnya pastilah merasa tergoncang jiwanya. Mereka akan sedih karena kehilangan salah seorang yang sangat dekat dalam hidupnya. Orang yang selama ini menyayanginya, memperhatikannya, menghibur dan menasehatinya.

Betapa agungnya ajaran Islam, ajaran yang universal ini menempatkan anak yatim dalam posisi yang sangat tinggi. Islam mengajarkan untuk menyayangi mereka dan melarang melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyinggung perasaan mereka.

Begitu tingginya posisi kalian anak-anakku, sampai Allah berkata, “Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak memberi makan kepada orang miskin“ (QS. Al-ma’un: 1-3).

Tetapi, “siapakah yang tidak yatim piatu di negeri ini?” Bahkan ayahmu yang kuat ini adalah yatim-piatu produk negara amburadul yang menyiksa warganya sendiri.(*)


Berita terkait

Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar
Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar
7 Juli 2025, 23:08:20
Cahaya dari Jendela Kelas
Cahaya dari Jendela Kelas
30 Mei 2025, 00:14:06
Aku Kamu dan Paulo Coelho
Aku Kamu dan Paulo Coelho
25 Juli 2024, 10:53:24
Ludruk untuk TU
Ludruk untuk TU
16 Desember 2023, 18:51:07
Akhirnya Engkau Tak Menjelma
Akhirnya Engkau Tak Menjelma
4 Februari 2023, 20:42:25