Visi Indonesia Emas 2045 atau Indonesia Bubar 2030
Kamis, 15 Januari 2026, 19:05:57 WIB
Hariansemarang.id-Tahun 2026 baru berjalan beberapa hari, akan tetapi dunia internasional langsung mengalami turbulensi. Dimulai dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sampai dengan terbukanya tirai babak baru ketegangan di Timur Tengah.
Secara terang-terangan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi militer yang memicu kontroversi internasional setelah ketegangan kedua negara berlangsung bertahun-tahun lamanya.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa alasan kenapa Maduro ditangkap adalah AS menilai Maduro terlibat dalam jaringan kartel narkoba Cartel de los Soles.
Maduro dituding menjadi aktor penting atas peredaran dan penyelundupan kokain ke AS selama lebih dari 25 tahun dengan bantuan kartel dan teroris regional. Meskipun sampai hari ini, kita belum mengetahui kebenaran tuduhan tersebut.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kejadian yang sama, terhadap negara-negara lainnya terutama negara Indonesia. Kejadian ini mengingatkan kembali bahwasannya Presiden Subianto pernah melontarkan prediksinya bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030.
Meskipun Amerika Serikat juga tidak sembarangan menarget negara yang sedang dalam kondisi stabil dan dipastikan ada tujuan besar dibaliknya. Amerika Serikat selalu berlindung dalam retorika hak asasi dan stabilitas, yang sesungguhnya sedang berlangsung adalah perebutan pengaruh atas energi, jalur dagang, dan arsitektur masa depan dunia.
Maka dari itu Indonesia harus mencermatinya. Politik luar negeri bebas aktif tidak boleh berhenti sebagai warisan retoris, tetapi menjadi kesadaran strategis: menjaga jarak dari rivalitas kekuatan besar, sekaligus hadir sebagai juru damai yang menawarkan diplomasi, bukan dentuman.
Melihat dari apa yang terjadi di Negara Venezuela dengan Negara-negara yang ada di Timur Tengah. Semua kejadian tersebut selalu diawali dengan terjadinya chaos internal. Sehingga faktor eksternal mulai ikut mengintervensi dengan iming-iming kesejahteraan dan keadilan. Sehingga dari pengamatan itu, dirasa kita harus mulai mawas diri dan menyikapi kondisi global dengan membuat kebijakan strategis dan skala prioritas.
Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 pada tanggal 10 Februari 2025. Di dalam RPJMN 2025-2029 terdapat implementasi tahap pertama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045 sekaligus fondasi awal untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Di dalam RPJMN Tahun 2025-2029 dirumuskan upaya-upaya transformatif sesuai dengan fokus arah kebijakan dalam Tahap I RPJPN Tahun 2025-2045, Sejumlah transformasi dalam tahap pertama ini mencakup transformasi sosial; ekonomi; tata kelola; supremasi hukum, stabilitas, dan kepemimpinan Indonesia; ketahanan sosial budaya dan ekologi; pembangunan wilayah dan saranan prasarana; serta kesinambungan pembangunan.
Di dalam RPJMN dituangkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan visi Presiden periode 2025-2029, yaitu “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045″. Langkah-langkah tersebut dikelompokkan ke dalam delapan prioritas nasional pembangunan jangka menengah, yang merupakan implementasi langsung dari delapan misi Presiden atau Asta Cita.
Untuk pencapaian sasarannya, setiap prioritas nasional diterjemahkan dalam program prioritas, kegiatan prioritas, dan proyek prioritas yang memiliki sasaran yang terukur untuk memudahkan pelaksanaannya di kementerian/Lembaga (K/L), pemerintah daerah (pemda), dan badan usaha (BUMN, swasta), disebutkan dalam lampiran Perpres 12/ 2025.
Untuk mencapai tujuan dari pembuatan RPJMN ini wajib ditaati oleh seluruh pelaku pembangunan pemerintah dengan melibatkan pelaku pembangunan nonpemerintah seperti HMI, Agar supaya apa yang sudah dirumuskan menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berita terkait
Sensus Kurban, Potret Birokrasi
DEGRADASI INTEGRITAS DAN URGENSI REFORMASI PENGAWASAN...
Mimpi Negara Pegawai
Pembicaraan Deadlock, Amerika Siap-Siap Serang Iran...
Negara Negara Teluk Jangan Jadi Pengecut...
Membaca Arah Ekonomi Bangsa Sambil Berbuka...
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...