Cerita Setia Puji Lulus Sebagai Warga Miskin, Nggak Nyaman Dapat Bansos Terus Menerus
Minggu, 22 Februari 2026, 15:00:21 WIB
Hariansemarang.id – Usia pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dibawah Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Tak Yasin Maimoen sudah berusia satu tahun per 20 Februari 2026.
Satu tahun usia pemerintahan, Provinsi Jawa Tengah merilis pencapaiannya. Salah satunya soal penurunan jumlah penduduk miskin. Pemprov Jawa Tengah mengungkapkan salah satu warganya yang lulus dari kemiskinan.
Nah kamu penasaran sobat Harian Semarang, berapa kini penduduk miskin di Jawa Tengah, yuk simak yuk selengkapnya.
Puluhan ribu warga jadi alumni miskin
Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,48% pada Maret 2025 menjadi 9,39% pada September 2025.
Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang.
“Angka kemiskinan kita bisa turunkan, kita semakin baik, maka ini harus perlu kita tingkatkan,” kata Taj Yasin, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Minggu (22/02/2026).
Gus Yasin ini menyatakan, momentum pertumbuhan yang berada di atas nasional ini harus terus dijaga, dan diarahkan untuk program-program yang menyentuh masyarakat bawah.
“Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat,” tegasnya.
Setia Puji lulus dari warga miskin
Salah satu warga yang telah lulus menjadi warga miskin adalah Setia Puji, warga Kabupaten Brebes. Setia Puji merupakan salah satu dari ribuan warga Jawa Tengah yang telah lulus alias mentas dari kemiskinan.
Pada Agustus 2025, sebanyak 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes resmi keluar dari data kemiskinan. Mereka tidak lagi menjadi penerima bantuan sosial (bansos) dan siap hidup mandiri.
Setia Puji mengungkapkan dia menerima bansos pada 2020-2025. Dia sempat tidak memiliki penghasilan usai kembali dari ibu kota. Kemudian, Setia bertekad untuk mengembangkan usaha bakso keliling. Kini usahanya semakin berkembang, dan dia mampu mencukupi kebutuhan keluarganya sendiri.
Mereka ternyata merasa tidak nyaman, apabila terus menerus berstatus miskin dan menerima bantuan, sehingga para warga berupaya untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Kini saat usahanya sudah berhasil, mereka telah “lulus” dari kemiskinan dan mengikuti proses graduasi.
“Bantuan yang diberikan kemarin sangat meringankan beban kami. Akan tetapi, motivasi saya (harus) bisa mandiri. Kini ekonomi kami lebih mampu,” katanya.
Berita terkait
Tidak Ada Sisa Kuota Internet Hangus!...
Heboh Soal Langganan Video Conference 5,7...
Keterlambatan Pesawat Bisa Digugat di Pengadilan,...
Gerakan Herbal dan Rempah Nasional Dideklarasikan,...
Wah Pemerintah DPR Kompak Tegaskan MBG...
Prabowo Acungi Jempol BGN, Tegas Sikat...
Berita Terbaru
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan